Entries from March 2008
I’ve watched two of Ulrich Seidl films, and i like them both. So I guess I’m almost his fans. Ulrich made his films in much more different way. He would put a static camera and let the actors interact. Sometimes, it’s like the main characters is the background. Like a photograph, to me.
Jesus, Du weisst, is a documentary-although I doubt it’s a pure documentary-about some people coming alone to Catholic church to share their problems and have intimate conversation with their God, Jesus. It’s quite inspirational, actually. But the artistic value, I think most people won’t get it. They’ll just get bored and watch lame Facing The Giants instead.










Jesus, Du weisst DVD is available at Subtitles in Dharmawangsa Square.
Categories: Uncategorized
Tagged: Films, Snapshot
Minggu kemaren nonton Samson dan Delilah versi Sisworo Gautama Putra, yang ada Suzzanna-nya di acara Bulan Film Nasional Kineforum. Gue bangga dengan film ini karena sumpah, ini film kelas B paling goblok yang pernah gue tonton, film-film kelas B dari Italy sekalipun lewat. Ini hal-hal goblok yang gue temuin selama nonton film itu:
- Tokoh Samson diperankan oleh bodybuilder juara asal Australia bernama Paul Hay, merupakan kombinasi dari Nicolas Saputra dan Arnold Schwarzeneger,
- Tokoh Delilah diperankan oleh Suzzanna yang selama film selalu pake baju berwarna ngejreng dan menggunakan bahasa Belanda populer seperti ik dan jij, “Ik terpesona dengan kekuatan jij”,
- Dan bokapnya mengatakan tentu saja: “Godverdomme!”,
- Nama asli Samson adalah Paiman (bayangkan bule body builder namanya Paiman),
- Pas Samson lagi ngaji, Samson dikasih makan pisang setandan ama salah satu perawan lokal,
- Tokoh HIM Damsyik muncul secara misterius di kantor pejabat Belanda, dengan tidur sambil ngangkang kayak posisi orang hamil,
- Salah satu musuh Samson paling sakti, suaranya pake efek, trus anehnya ketawanya berbunyi “hhhhhhhhh”, kayak orang bengek,
- Algojo yang nyambuk Samson berwajah garang, rambut panjang, brewokan, tapi cuma make celana pendek berwarna pink!
- Tuh algojo di tengah cerita mati ketimpa batu gede, tapi pas ending muncul lagi (mirip kali ya),
- Waktu Samson matanya buta dan dipenjara, gurunya mengirimkan mata pengganti yang diantar oleh cewe bernama Ningsih, cara transplantasinya adalah dengan membenamkan muka Samson ke dada Ningsih.
Gue nonton film ini di TIM 21, sebioskop cuma 8 orang yang nonton. Thx buat temen reporterku yang udah nganterin gw nonton film ini, hehehe.
Categories: Uncategorized
Hmm, tidak bisanya Amazon telat, tapi kali ini mereka telat 4 hari. Padahal gue udah sempet request barang replacement-nya, untung sempet dibatalin. Barangnya udah nyampe, dikirim ke kantor gue tanggal 8 kemaren, tapi karena ga ada yang nerima (lagian datengnya hari sabtu), jadinya mesti ambil sendiri di kantor pos.
Ini dia barangnya!! Sempet-sempetin gue ambil fotonya pake kamera kantor, he he.

My Sergio Leone Anthology Box Set
Btw, gue penggemar berat film-film Sergio Leone. Angle-angle kameranya keren-keren abis. Apalagi score gubahan Ennio Morricone yang siul-siulan itu.
Box set ini juga keren abis, buat 4 film juara harganya $44.99. Good bargain!
Note: Baru cek di Amazon, harganya udah naik lagi. Whew.
Categories: Foto DVD
Tagged: DVD, happy moment
Bulan lalu gue belanja DVD online via xploited cinema. Ini adalah website yang sangat terpercaya dengan costomer service yang oke banget. Gue pesen DVD tanggal 18 Januari. Gue emang biasanya pesen DVD setiap tanggal 18, dan biasanya selalu nyampe tanggal 5 bulan berikutnya. Jadi gue asumsikan DVD gue akan nyampe tanggal 5 Februari. Tapi waktu itu udah tanggal 12 Februari, pesenan gue blom nyampe juga. Dan gue bukan orang yang sabaran. Nungguin tuh film bikin gue stress dan mukul-mukul tembok. Where the hell is my DVD!!! But, sekarang gue udah berenti nungguin karena cape. Dan pihak Xploited Cinema menyatakan mereka bersedia mengganti kalo seminggu lagi masih belum datang juga.

Sergio Leone Anthology Box Set
Lalu tanggal 12 itu juga, gue ngeliat DVD Sergio Leone Anthology yang lagi didiskon abis di Amazon (harganya lagi $44.99). Jadi gue pesen DVD itu via Amazon. Estimasi nyampe yang dikasih Amazon adalah tanggal 4 Maret. Dan Amazon biasanya nggak pernah telat. Bahkan DVD gue pernah nyampe seminggu sebelum estimasi. Tapi kali ini udah tanggal 6 Maret, DVD gue belom nyampe juga. Dan gue udah telepon ke kantor pos Jakarta Barat, mereka bilang DVD untuk gue belom ada yang nyampe ke mereka, cuma ada data-data barang-barang yang udah gue terima 3 bulan lalu. So, gue sekarang KHAWATIR banget, campur KESEL, BETE, MARAH, pengen mukul tembok, dll. Berapa lama lagi gue mesti nunggu? This is the biggest pile of BULLSHIT I’ve ever seen.
Categories: Uncategorized
Tagged: DVD, Pissed off

Imagine a super-huge monster coming to destroy your city… If you can’t, then watch Cloverfield, you’ll know how it’s like.
These are things I’ve found on Cloverfield:
- This movie is by far kick-ass off the year, while last year kick-ass is 300,
- I imagine how Indonesian Government would act if something like this really happen in our city, do they have enough helicopter to evacuate us?
- Although Beth is super-hot, but I’m more into a girl like Marlena,
- The duration of this movie is not longer than a mini DV,
- That Rob guy must be fuckin’ rich, the camera’s worth 5,000 bucks,
- They use the blank part for the credit title, and the previous record that has been taped over as a flashback, brilliant!
- I watch this on theater, and I’m certain that two guys sat next to me are homos,
- One of the homos use Mandom products,
- I hate Mandom products, the smells make me Dizzy,
- (Bloopers) Notice on the screenshot that they use different camera model:

- Sequel is most welcome!! They could film it from different point of view.
Categories: Uncategorized