No Expectation

Shadows In Paradise (1986)

April 8, 2009 · Leave a Comment

shadowsinparadise1

Sutradara negeri asal Nokia Aki Kaurismäki seringkali mengusung tema yang repetitif dalam setiap filmnya, yaitu sebuah tragedi dalam kemasan komedi tentang kaum pekerja kecil berkutat dalam kehidupan mereka yang monoton. Kemonotonan ini diadaptasi dengan sangat eksplisit oleh Kaurismaki. Tata kamera yang sangat statis, penampilan fisik para aktornya yang tidak menarik, akting yang seperti mayat hidup, dialog yang sangat baku, dan musik yang muncul hanya sesekali saja (meskipun efeknya selalu sangat penting di film Kaurismaki). Luar biasanya, semua rangkaian itu menciptakan formula yang sangat sempurna untuk menyampaikan cerita-cerita dalam film Kaurismäki.

Shadows In Paradise merupakan babak pertama dari 3 film yang disebut sebagai Proletariat Trilogy/Workers Trilogy (dua lainnya adalah Ariel dan Match Factory Girl). Film ini bercerita mengenai Nikander (Matti Pelonpää), seorang pria kesepian yang bekerja sebagai pengemudi truk sampah. Nikander menemukan arti hidupnya semakin menggantung ketika sahabat baiknya mendadak meninggal terkena serangan jantung. Namun harapan datang ketika ia bertemu dan jatuh cinta dengan seorang wanita yang bekerja sebagai kasir supermarket bernama Ilona (Kati Outinen). Di titik inilah Nikander belajar lari dari kemonotonan hidupnya dengan berjuang merebut hati Ilona.

Shadows in Paradise menandai kerja sama pertama Aki Kaurismäki dan aktor Kati Outinen. Bersama dengan Matti Pelonpää, kerjasama ini akan terus berlangsung di belasan film berikut. Outinen dan Pelonpää yang berwajah komikal memberikan sentuhan ajaib dalam film Kaurismaki. Disini hubungan romantis kedua karakter yang mereka bawakan digambarkan sangat wajar. Nikander yang pasif dan membosankan, serta Ilona yang pasif namun menyukai petualangan.

Kehidupan dua pekerja kecil tersebut dihiasi dengan penataan kamera yang artistik, dan musik rock n’ roll. Seperti biasa, Aki Kaurismäki memperlakukan tiap frame adegannya bagai sebuah potret atau lukisan. Komposisi warna dan pencahayaannya sangat indah dan sulit ditemui di film-film lain. Musik rock n’ roll berperan lebih dari hanya meningkatkan emosi penonton, disini rock n’ roll menentukan langkah hidup Nikander selanjutnya. (FOO)

Categories: Uncategorized

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment